Rabu, 25 April 2012

DVD open terus

Peralatan elektronik yang rusak ternyata bisa mengganggu ketentraman rumah tangga. Gara-gara DVD playernya ngadat anak-anak bisa kena marah orang tuanya. Itu terjadi di keluarga salah seorang kenalan saya. Bapak ibunya menyalahkan sang anak yang dianggap sembarangan dalam menggunakan alat tersebut. Rupanya si anak ngeyel gak mau kalau diharuskan mengaku salah, jadilah pertengkaran hingga nyaris DVD playernya dibanting. Sebelum membanting ternyata eh, ada yang ingat saya, lalu saya ditelfon supaya datang ke rumahnya. Karena saat itu saya sedang sibuk maka saya sanggupi keesokan harinya, dan ternyata mereka nurut.
Esoknya saya ke rumahnya. Yang jadi sumber kisruh itu ternyata sebuah DVD player merk Kawachi Vista DVD-3182U. Problemnya open terus, artinya kalau dimasukkan kepingan VCD (tekan tombol close) akan selalu balik keluar lagi (open) walau tak diapa-apakan. Maklum aja si anak yang sudah pengen nonton jatilan jadi tidak sabar, marah, nangis, ngamuk, celakanya orang tuanya gaptek, malah balas marah-marah dan lantas mencari-cari kesalahan si anak, sambil menemani saya memperbaiki playernya terus saja dia bercerita tentang kenakalan-kenakalan si anak. Duh, kayak gini aja digede-gedein, kata saya dalam hati.
DVD player saya bongkar, saya coba masukkan kepingan VCD sambil saya perhatikan prosesnya di mekanik, saya ulang beberapa kali. Saya menduga kalau masalahnya itu tempat CD tidak sampai ke tempat yang seharusnya saat bergerak masuk, karena itu mekanik saya lepas lalu proses itu saya ulangi sambil saya bantu pakai tangan, ternyata bisa... Lalu saya cek karetnya, ternyata tampak mengkilat, pasti ini.... Karet saya lepas, terlihat sekali kalau pelumasnya mengotori karet dan roda pulley-nya, pantesan jadi slip hingga tempat CD tidak bisa mencapai tempat yang seharusnya, karena itulah lalu balik lagi keluar.... open terusss. Hanya dengan membersihkannya pakai tissue ternyata problem teratasi. DVD player jadi lancar normal kembali, tak ada lagi marah-marah dari orang tua, si bocah jadi asyik nonton jatilan, sementara saya juga kemudian sibuk menikmati kopi susu, getuk dan ketan goreng yang disuguhkan, lalu pulang bawa honor... alhamdulillah.

Selasa, 20 Maret 2012

DVD Akira suara lemah mendengung

Sebuah DVD player merk Akira PD-K3228 yang masih relatif baru disodorkan pada saya, katanya suaranya tidak keluar kalau volume TVnya tidak pol. Saya coba di TV memang begitu, suara musiknya lemah sekali, tetapi suara noisenya lebih dominan.




Saya bongkar itu DVD. Semula saya pikir bisa menggunakan trik-trik mengatasi DVD tidak bunyi yang ada tertulis di beberapa blog, seperti mencabut elko 220u dan menjumper dari pin 1 dan 7 IC 4558nya ke jack audio out, tetapi setelah saya coba ternyata tidak berhasil.
 
Sambil garuk-garuk kepala saya cek tegangan out-put power supply-nya. 5 Voltnya normal, tetapi yang 12 Volt ternyata drop, saya ganti elkonya tidak berhasil, ganti diodenya juga tidak berhasil. Akhirnya ganti satu unit power supply malah berhasil. Alhamdulillah....

Senin, 05 Maret 2012

Problem rubber seal tabung gas

Tabung gas elpiji telah menjadi bagian penting kehidupan kita, peranannya di dapur untuk menjadikan makanan kita bisa disantap tak bisa diragukan lagi. Tetapi kasus kebocoran tabung gas masih saja sering terjadi, walau sekarang konsumen sudah lebih pandai untuk berhati-hati sehingga kasus tabung gas meledak dan kebakaran akibat tabung gas elpiji sudah semaikin minim.

Tahun 2011 lalu saya berkirim email kepada Pertamina menyampaikan keluhan tentang kebocoran tabung gas akibat buruknya sil karet pada mulut tabung gas (rubber seal) dan mendapatkan tanggapan begini:

Terima kasih atas email Bapak kepada Contact Pertamina. Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamaannya dan terima kasih atas informasi dan saran yang diberikan. Dapat kami sampaikan saat ini Pertamina  sudah berupaya untuk menertibkan d kualitas rubber seal yang didistribusikan diseluruh jalur distribusi (SPPBE dan Agen) sesuai standard yang ada.

Dan memang kenyataannya setelah itu saya lihat rubber seal tabung gas yang kami terima jadi berwarna merah, padahal tadinya berwarna hitam, itu artinya memang ada tindak lanjut beneran.
Tetapi beberapa bulan kemudian kasus kebocoran serupa masih saja terjadi, misalnya saja kompor gas di dapur yang tidak diapa-apakan mendadak saja gasnya bocor, kadang gas 3 kg bisa habis dalam semalam karena nggak ketahuan. Untung saja nggak ada api menyala sehingga tidak terjadi kebakaran. Ternyata hal serupa tidak hanya kami saja yang mengalami, berikut ini screenshot contoh keluhan yang sama.

Itu semua menunjukkan bahwa di sana, di suatu tempat di Pertamina ada problem, ada kesalahan, ada error, ada kelalaian, apakah itu?
Saya yakin problem itu ada pada kualitas rubber seal, satu-satunya cara paling akurat adalah tiap isi ulang gas maka rubber seal ini juga harus diganti baru. Tapi sayangnya hal itu ada di luar kekuasaan kita, kita menerima tabung gas dalam keadaan disegel, kita tidak tahu apakah rubber sealnya sudah diganti atau belum, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal ini, hanya bisa pasrah. Kalau kita misalkan menyampaikan hal itu kepada pegawai Pertamina maka boleh jadi kita bagaikan ngomong dengan orang banyak di balik dinding, yang mau mendengarkan omongan kita belum tentu orang yang mengisi ulang, belum tentu yang pegang rubber seal. Demikian juga kalau kita kirim email ataupun surat keluhan, yang baca dan menanggapi mungkin atasannya yang tidak pegang barangnya langsung. Jadi maklum saja kalau kita dapat jawaban yang manis melegakan tapi kenyataannya nggak ada. Inilah problem itu. Mungkin saja petugas pengisi ulang itu hanya berlaku/bekerja secara benar hanya kalau sedang diawasi atasannya saja, kalau pengawasan kendor lantas lalai lagi, sementara akibat kelalaian itu nyata-nyata membahayakan. Kita tidak cukup mengandalkan proses hukum saja, karena proses kecelakaan itu berlangsung hanya dalam hitungan detik, sementara proses hukum bisa makan waktu berbulan-bulan untuk satu kasus saja. Oleh karena itu alangkah baiknya kita juga aktif dalam hal itu dengan mendorong hal-hal sbb:

  • Jika terjadi kebakaran akibat tabung gas maka yang diselidiki polisi adalah dari mana asal tabung gasnya, ditelusuri distribusinya, dan petugas pengisi ulangnya itulah yang ditangkap dan dibui dengan tuduhan melakukan kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa.
  • Setiap orang hendaknya berbuat baik kepada orang lain, selamatkan orang lain dari kecelakaan akibat tabung gas dengan meluangkan waktu 1 menit tiap kali mau membeli gas, caranya dengan terlebih dahulu melepas rubber seal pada tabung gas yang sudah kosong yang akan ditukarkan itu. Kita bisa menggunakan pinset, jarum peniti, paku, mata pancing, atau apapun untuk melepas karet itu. Belum tentu nantinya tabung yang kosong itu kita yang makai lagi, kemungkinan besar nantinya di sana diisi ulang tanpa diganti rubber sealnya, terus disegel, lalu didistribusikan dan diterima oleh orang lain (bukan kita lagi), jika rubber seal lama itu telah kita ambil (buang) maka mau tidak mau petugasnya akan memasang rubber seal yang baru. Inilah cara memaksa yang efektif, sebab tidak tergantung pada petugas pengawas. Hanya saja cara ini sangat bergantung pada kesadaran kita masing-masing.
  • Mendorong tersebar luasnya informasi semacam ini melalui media televisi, karena TV adalah media yang paling akrab dengan masyarakat. Kalau hanya lewat internet, apalagi cuma lewat blog, yah jauh dari harapan.

Sabtu, 21 Januari 2012

Mesin Cuci Mendengung tak Berputar

Seumur-umur belum pernah saya punya mesin cuci, makanya soal mesin cuci ya katrok beneran, lha rumahnya dekat kali yang airnya melimpah makanya nggak pernah kepingin punya mesin cuci, tapi sebagai penggemar utak-atik alat teknik ada aja keberuntungannya, kok ya ada orang yang nyuruh saya ngotak-atik mesin cucinya yang rusak. Bagi saya tentu saja pantang bilang tidak bisa, adalah kehormatan dikasih kesempatan seperti itu.
mesin cuci 2 tabung

Dalam sehari ada 2 orang yang minta tolong agar saya ke rumahnya memperbaiki mesin cuci, kerusakannya kedengarannya sama, tidak muter tapi mendengung, yang satu merk Sharp, dan yang satunya Sanyo. Keduanya model 2 tabung (bagian cuci dan pengering sendiri-sendiri).

wiring diagram mesin cuci

Berhubung saya masih gaptek ya sebelum datang ke rumahnya saya main dulu ke tempat mbakyu-mbakyu mantan PRT (pembantu rumah tangga). Saya tanya-tanya belajar cara menggunakan mesin cuci, kan mereka sudah pengalaman di tempat Bossnya dulu. ...Tentu saja saya ditertawakan, mosok ada tukang servis kok ngoperasikan mesin cuci aja belum bisa, tapi biar aja, memang katrok, tapi lihat saja nanti hasilnya..... hahaha... Setelah agak mudeng saya lalu buka internet, nggoogling cari ilmunya servis mesin cuci. Setelah baca-baca barulah meluncur ke rumah si empunya.

Sampai di tempat terus ngecek keadaannya. Yang merk Sharp bagian pengeringnya yang nggak muter, kalau dihidupkan pengeringnya cuma mendengung saja. Sedang yang merk Sanyo yang nggak muter bagian pencucinya, gejalanya sama, jika dihidupkan bagian pencucinya nggak muter tapi mendengung.
skema mesin cuci

kapasitor mesin cuci
Ternyata solusinya mudah saja, keduanya sama-sama minta ganti kapasitor. Untuk mengatasinya, pertama perhatikan skemanya dulu di belakang mesin cuci, lalu buka tutup belakang, alat yang diperlukan cuma obeng dan tang, perhatikan kabel-kabelnya, ambil kapasitornya dengan melepas sambungan kabelnya, lalu diganti kapasitor baru, penggantian kapasitor mungkin saja jadi merubah warna kabel, dan tentu saja sempurnakan servis dengan bersih-bersih, mumpung dibuka ya dibersihkan, kencangkan jika ada yang kendor, ditest, lalu ditutup lagi. Selesai. alhamdulillah.... walau katrok tapi sukses memuaskan pelanggan dan dapat duit hehe....

O...ya, kapasitor ini ada 4 kabelnya karena isinya ada 2 kapasitor dalam satu kemasan, biasanya ada keterangan di badannya, misalnya 10uF dan 5uF, yang besar untuk motor pencuci, yang kecil untuk motor pengering. Dan tentang harga kapasitornya..... Di toko elektronik terdekat saya berkisar 18rb - 25rb tergantung merk.

lebih lengkap

Kamis, 15 Desember 2011

IC TDA8357J pada TV Sharp Universe

TV Sharp Universe di tempat saya termasuk TV yang paling sering masuk bengkel. Data TV ini :
  • IC TDA9381PS--IX3368CEN4 (micom), 24C04 (eeprom), TDA7056 (audio), TDA8357J (vertikal), STR6653 (regulator), T573J (reset), 48M033 (supply 3,3V), KIA7808A (supply 8V), KIA7805A (supply 5V), SE115N (B+ 115V) 
  • FBT: F0193PEN1-SA. 
  • Titik-titik proteksi dapat klik di sini dan di sini.
Kasus paling sering yang saya jumpai pada TV ini adalah masalah vertikal, ditandai dengan satu atau beberapa garis horisontal, kadang di tengah-tengah tapi kadang pula di atas, dan tentu saja protek.
skema TDA8357J pada TV Sharp Universe

Pengalaman saya yang paling sering pada bagian vertikal ini adalah:
  • solderan kendor pada pin-pin IC dan komponen sekitarnya terutama yang SMD, untuk solder ulang mungkin perlu membersihkan lem yang ada di titik solderan terlebih dulu.
  • R 505 (33 ohm 1/2 watt) pada catu 45V terbakar, saya pernah keliru menggantinya dengan 22 ohm (gara-gara nggak ada skema dan nggak ada yang mau dicontoh) lalu main kira-kira berdasarkan bekasnya yang masih sedikit kemerah-merahan, akibatnya TR H-OUT jadi tidak awet.
  • kadang-kadang ICnya itu sendiri yang rusak, pernah juga elco pada supply 45V (100u/63V) dan pada supply 16V-nya (1000u/25V) kering.
  • dari gambar skema di atas: protektornya adalah D502 (pin 3) dan D503 (pin 6).

Minggu, 25 September 2011

Review EEPROM Programmer

Alat pemrogram IC memory (EEPROM) saat ini sedang ngetrend diminati di mana-mana walau di toko-toko elektronik kebanyakan masih belum tersedia. Saya yakin semua teknisi elektronik pasti pernah punya keinginan memilikinya. Dari yang paling sederhana berupa alat copy dari IC ke IC yang tanpa komputer hingga yang harus pakai komputer, apakah itu dengan port paralel, serial, maupun USB, hingga alat yang lengkap, bisa pakai komputer maupun tidak (offline). Harganya pun nampaknya cenderung terus turun dan turun. Bagaimana nggak akan turun, yang butuh adalah para teknisi yang rata-rata gatel ingin menguasai teknologinya, bisa menirunya, bisa bikin sendiri. Andaipun beli paling juga cuma sekali, saat butuh lagi barangkali sudah bisa bikin sendiri dengan jumlah lebih banyak, bahkan mungkin bisa lebih bagus. Inovasi begitulah.

Beberapa waktu yang lalu saya beli EEPROM Programmer yang berkoneksi paralel, khusus untuk IC 24Cxx, asalnya dari sini. Harganya Rp 100rb, ambil sendiri ke rumah beliau, (ceritanya sih pesan dulu lewat e-mail lalu setelah jadi saya mampir mengambilnya saat jalan-jalan). Dari sananya ICnya dihapus tulisannya, biasa, pasti biar tak mudah dicontek, --walau pasti suatu saat nanti bakal ketahuan juga. Sedang softwarenya dikirim lewat e-mail bernama EPROM-094A.exe.
Wujud alat copy tsb dipegang dg tangan
Pemakaiannya kalau menurut petunjuk saya harus melengkapinya sendiri dengan kabel paralel dan kabel USB. Kabel USB untuk catu +5V, sedang kabel paralelnya untuk data, tetapi saya 'ngeyel' ogah pakai kabel paralel, lingkar besi pada port paralel programmer tsb saya lepas dan konektor saya tusukkan langsung ke port paralel komputer. Kabel USB yang berfungsi untuk mengambil supply 5V dari sananya harus pakai kabel printer, tetapi kemudian saya ambilkan bekas kabel mouse lalu disolderkan langsung + dan - nya biar lebih praktis.
Dikoneksikan dg port paralel komputer
Hasilnya cukup memuaskan, dengan alat itu saya bisa read write IC EEPROM 24Cxx, bisa pula menyimpan isi memory TV yang dicopy ke komputer, jadi cukup untuk memenuhi kebutuhan programmer memory TV saat ini, selama komputernya itu ada port paralelnya. (sekarang hampir semua TV warna menggunakan IC memory 24Cxx).

tampilan software Willem Eprom programmer di Windows
Software Eeprom EpromProg 0.94A dapat berjalan di Windows XP tanpa diinstall, jadi bisa diletakkan di flashdisk atau media lain lalu dieksekusi sewaktu-waktu.

Ternyata setelah asyik kutak-katik komputer saya dapati alat tsb juga bisa berjalan pada sistem operasi Linux ! Kelebihan jika menggunakannya di sistem linux adalah tidak pernah terganggu virus, bahkan dapat dibawa-bawa pada sebuah flashdisk atau CD/DVD lengkap dengan sistem operasi pribadi.
tampilan software Geepro Willem Eprom programmer di Linux
Untuk pengalaman yang ini saya share di sini.

Selasa, 20 September 2011

Fenomena Kondensator Keramik 203

Kondensator keramik ukuran 203 (= 20.000 pF) bagi saya punya cerita sendiri, karenanya saya sebut fenomena. Sudah lebih setahun ini saya melupakan fenomena itu karena saya pikir sudah ketinggalan zaman dan tak ada lagi. Tapi eh, menjelang lebaran kemarin ternyata saya masih menemui kasus yang sama, padahal peristiwanya sudah berlangsung sejak lama, tahun 1990 saya mendapatkan pengalaman pertama menangani kasus itu, awalnya tentu saja bingung, tapi ternyata di saat berikutnya ada kasus yang sama hampir tiap hari, hingga ratusan atau mungkin ribuan kali selama dua dasawarsa.

Oke, kasusnya itu begini, pada pesawat penerima radio, baik AM maupun FM, terutama yang merknya kelas ekonomi, selalu saja mengalami kasus matinya kondensator keramik ukuran 203 di bagian RF-IF. Jika radionya mati, tak nangkap siaran, tangkapan siarannya lemah, atau kalau sudah beberapa saat lalu mati sendiri tak nangkap siaran, boleh jadi penyebabnya adalah shortnya kondensator keramik ukuran 203. Begitulah, saya dulu sampai hafal, tiap kali menemui radio dengan kasus kayak gitu, langsung saja babat direboisasi itu kondensator keramik yang ukuran 203, karena itu mesti selalu stok kondensator ukuran 203 agak banyak, lebih banyak dari yang lain. Walau yang short cuma sebuah tapi tak ada salahnya kalau yang diganti sekitar 4 hingga 10 kondensator.