Selasa, 08 Mei 2012

Pelangi Polytron Diva MX-5202

TV Polytron 21 inch bertuliskan DIVA dan bernomor seri MX 5202 di belakangnya menjadi pasien servis panggilan saya beberapa waktu yang lalu di sebuah desa yang cukup untuk dibilang pelosok, untuk mencapai rumah sang pemilik harus melalui jalanan yang cukup susah ditempuh. TV tersebut jika dihidupkan akan hidup sebentar lalu balik standby lagi, begitu singkatnya saat menyala hingga belum sampai muncul apa-apa di layarnya.

TV saya bongkar lalu dibersihkan dengan kuas dan tiupan angin hair-dryer. Dengan bantuan lampu dan kaca pembesar saya cek solderan-solderannya.... kelihatan masih oke. Saya coba hidupkan masih sama, heater nampak menyala sebentar lalu padam lagi. Barangkali masalah protek, karena itu langsung saja saya ganti elco C402 (1u/50V) di bagian vertikal yang biasanya dapat mengatasi masalah seperti ini. Tapi ternyata tidak, walau sudah diganti tetap saja masih protek.
IC vertikalnya AN5522, sedang IC masternya HBT-00-020. Saya coba ukur tegangan-tegangan yang ada sambil berkali-kali di-ON-kan pakai remote. Akhirnya ketemu petunjuk, pin 62 IC HBT-00-020 yang berfungsi sebagai pin protect tak ada tegangan (0 Volt), padahal seharusnya 5 volt. Sekarang coba dipaksa hidup dengan cara menyuntikkan tegangan 5 Volt ke pin 62 tersebut.
Cara termudah adalah dengan menghubungkan titik 5 Volt terdekat ke jalur pin 62 itu, jadi saya pasang saja sebuah R 560 ohm dari VCC 5V IC EPROM ke jalur itu karena itulah yang terdekat. Hasilnya, TV bisa hidup, dan kelihatanlah gejala kerusakannya, warna-warni pelangi di layar.
Hmmmm.... apa ya yang rusak? Saya tunggu beberapa menit lalu saya sentuh heat-sink yang ada satu persatu, nah ketahuan IC vertikalnya panas sekali. Saya teliti bagian vertikalnya, kesimpulan saya adalah IC vertikalnya rusak, jadi mesti diganti. Nomornya AN5522. Berhubung stok yang saya bawa adalah STV9325 maka itulah yang saya pakai buat mengganti. Tak lupa jumper penyuntik pin protek tadi dilepas sekalian. Hasilnya, byak.... layar langsung kepyur tanpa pelangi, dan hingga beberapa menit stabil tidak protek. Cek suhunya juga normal, tapi nanti dulu.... ternyata di bagian atas layar ada garis-garis mendatar. Biasanya masalah elco 100u di bagian IC vertikal...., karena itu langsung coba ganti, dan ternyata sukses.
TV pulih kembali....... blueback dan logo merk Polytron sudah tampil kembali.

Kamis, 26 April 2012

TV Sanyo CG14CE1 error

Beberapa hari yang lalu saya disuruh mbetulin TV Sanyo CG14CE1 yang bermasalah. Problemnya TV mati, tapi dari keterangan pemiliknya, sebelum mati sudah ada berbagai masalah dulu yang terjadi.
TV saya cek, memang keadaannya mati total, tetapi arus listrik ke regulator jelas masuk saat saya cek pakai tester. Saya cek lebih cermat bagian 'lingkungan tempat mesin diletakkan', tidak hanya saya lihat dengan bantuan lampu senter saja, tetapi juga saya endus-endus pakai hidung... (hehe... tukang servis bergaya anjing atau bergaya babi kali ya...). Dari situ saya menduga ada masalah 'sanitasi' di dalam TV, maksudnya kondisi lingkungan sekitar mesin TV itu 'kurang sehat'.
Untuk membuktikannya saya gunakan ohmmeter x100K lalu coba untuk mengetes sembarang tempat yang seharusnya bersifat isolator. Ternyata benar, ada beberapa bagian di bagian dalam kabinet TV itu yang membentuk konduktor dengan nilai resistansi tinggi. Untuk coba mengatasinya saya gunakan aja hair-dryer dan kuas, saya bersihkan mesin TV beserta bagian dalam kabinet TV tersebut dengan tiupan udara hangat dari hair-dryer sambil disapu pakai kuas. Hasilnya... saat dicoba TV langsung hidup.
Setelah itu dilanjutkan pengecekan berikutnya, ternyata suaranya keras sekali, walau nilai volume 0 tetap saja speakernya bunyi. Disamping itu gambarnya juga mulur arah vertikal, bagian atas dan bawah gambarnya mingslep, gambar juga sedikit geser ke kanan sehingga logo stasiun TV yang di sebelah kanan jadi sebagian mingslep, ......jadi kesimpulannya pasti problem EEPROM. Celakanya remote controlnya sudah tidak ada, waduh... gimana nih. Untunglah saya bawa remote TV serbaguna. Saya setting dulu remote serbaguna itu hingga cocok, lalu saya coba gunakan untuk masuk servis mode. Berhubung caranya lupa, maka saya buka contekan dulu di http://teknikamania.blogspot.com/p/service-mode-tv.html dengan membukanya pakai Opera Mini di ponsel. Ketemu caranya;  Tekan Menu di remote ditahan >> tekan VolUp di panel TV. Berhasil masuk tapi karena gambar mulur maka tulisan setting jadi nggak kelihatan, waduh, piye iki.... keluar aja dulu dengan mematikan TV, terus coba yoke vertikal diparalel dengan R berukuran antara 300~1K ohm, setelah ubek-ubek di bungkusan tempat spare parts akhirnya pakai R bernilai 330 ohm, dipasang di pin yoke vertikal (paralel dengan kumparan), cara ini bisa sangat membantu, saat TV dicoba ukuran gambar sudah berkurang mulurnya. Coba lagi masuk servis mode, alhamdulillah, sekarang tulisannya sudah bisa dibaca. Untuk pindah menu settingan pakai tombol Sleep atau Mute, untuk merubah nilai pakai Volume. Ukuran gambar yang mulur vertikalnya bisa dibetulkan dengan merubah nilai V-SIZ, suara yang keras dibetulkan dengan merubah nilai opsi stereo ke 0, gambar yang mingslep ke kanan dibetulkan dengan merubah nilai H-PHASE. Untuk keluar tekan power. Lalu R yang buat nolong tadi dilepas, hidupkan lagi TV, dan cek lagi ukurannya sudah tepat atau belum, karena jadi kurang tepat sedikit maka ulangi lagi masuk servis mode, atur V-SIZ, lalu keluar, dan servispun selesai. Yang punya senyum-senyum.... walau suguhan teh manisnya tadi belum saya habiskan ternyata sudah dibikinkan lagi kopi mix..... wow.... plus gorengan hangat, ada juga biskuit, dan kemudian disuruh makan.... pulangnya bawa honor.... terima kasih ya Allah...

Rabu, 25 April 2012

Polytron MP-4100KC mati

Seorang teman saya datang membawa bungkusan yang cukup unik cara membungkusnya, saya sampai mengira kalau dibawain oleh-oleh.... atau brekat.....eh, ternyata tidak, setelah dibuka ternyata sebuah radio cassette compo berbentuk kapsul bermerk Polytron MP-4100KC. Keadaannya mati tidak bunyi, mekanik tape juga tidak muter, tapi saat listrik dicolokkan terdengar bunyi 'dug' di speaker.

Compo saya bongkar, agak repot juga ternyata bongkar mesinnya.
Setelah ubek-ubek trouble shooting akhirnya ketemu problemnya ada pada switch TAPE-RADIOnya. Saat saya cermati pakai senter dan kaca pembesar nampak ada kaki-kaki switch tersebut yang putus keropos. Switch lalu saya lepas dengan cara menyedot timah patrinya terlebih dahulu sampai bersih, setelah terlepas nampak 2 pin yang putus di pangkalnya, serta bagian dalamnya hijau kebiruan entah kena benda kimia apa. Dengan tang dan obeng minus, itu switch lalu saya bongkar, bagian dalamnya saya bersihkan, untung bagian dalamnya belum keropos, cuma sangat kotor saja. Kaki yang putus lalu saya sambung pakai serabut kabel yang dililitkan sedemikian rupa pada pangkal pin yang masih tersisa sedikit dan dipatri.
Setelah selesai lalu dipasang lagi. Ternyata sukses. Radio langsung mendesis saat dihidupkan, tape juga jadi mau muter dan bunyi. Tapi eit.... ternyata radionya cuma nangkep siaran beberapa stasiun saja, padahal harusnya banyak sekali.
Sekarang pindah bagian PCB tuner yang diobok-obok. Akhirnya main tebakan aja. CF 10.7 MHz-nya langsung aja saya ganti, dan alhamdulillah langsung sukses. Radio FM langsung nangkap siaran lebih keras, lebih jernih, dan jauh lebih banyak.

DVD open terus

Peralatan elektronik yang rusak ternyata bisa mengganggu ketentraman rumah tangga. Gara-gara DVD playernya ngadat anak-anak bisa kena marah orang tuanya. Itu terjadi di keluarga salah seorang kenalan saya. Bapak ibunya menyalahkan sang anak yang dianggap sembarangan dalam menggunakan alat tersebut. Rupanya si anak ngeyel gak mau kalau diharuskan mengaku salah, jadilah pertengkaran hingga nyaris DVD playernya dibanting. Sebelum membanting ternyata eh, ada yang ingat saya, lalu saya ditelfon supaya datang ke rumahnya. Karena saat itu saya sedang sibuk maka saya sanggupi keesokan harinya, dan ternyata mereka nurut.
Esoknya saya ke rumahnya. Yang jadi sumber kisruh itu ternyata sebuah DVD player merk Kawachi Vista DVD-3182U. Problemnya open terus, artinya kalau dimasukkan kepingan VCD (tekan tombol close) akan selalu balik keluar lagi (open) walau tak diapa-apakan. Maklum aja si anak yang sudah pengen nonton jatilan jadi tidak sabar, marah, nangis, ngamuk, celakanya orang tuanya gaptek, malah balas marah-marah dan lantas mencari-cari kesalahan si anak, sambil menemani saya memperbaiki playernya terus saja dia bercerita tentang kenakalan-kenakalan si anak. Duh, kayak gini aja digede-gedein, kata saya dalam hati.
DVD player saya bongkar, saya coba masukkan kepingan VCD sambil saya perhatikan prosesnya di mekanik, saya ulang beberapa kali. Saya menduga kalau masalahnya itu tempat CD tidak sampai ke tempat yang seharusnya saat bergerak masuk, karena itu mekanik saya lepas lalu proses itu saya ulangi sambil saya bantu pakai tangan, ternyata bisa... Lalu saya cek karetnya, ternyata tampak mengkilat, pasti ini.... Karet saya lepas, terlihat sekali kalau pelumasnya mengotori karet dan roda pulley-nya, pantesan jadi slip hingga tempat CD tidak bisa mencapai tempat yang seharusnya, karena itulah lalu balik lagi keluar.... open terusss. Hanya dengan membersihkannya pakai tissue ternyata problem teratasi. DVD player jadi lancar normal kembali, tak ada lagi marah-marah dari orang tua, si bocah jadi asyik nonton jatilan, sementara saya juga kemudian sibuk menikmati kopi susu, getuk dan ketan goreng yang disuguhkan, lalu pulang bawa honor... alhamdulillah.

Selasa, 20 Maret 2012

DVD Akira suara lemah mendengung

Sebuah DVD player merk Akira PD-K3228 yang masih relatif baru disodorkan pada saya, katanya suaranya tidak keluar kalau volume TVnya tidak pol. Saya coba di TV memang begitu, suara musiknya lemah sekali, tetapi suara noisenya lebih dominan.




Saya bongkar itu DVD. Semula saya pikir bisa menggunakan trik-trik mengatasi DVD tidak bunyi yang ada tertulis di beberapa blog, seperti mencabut elko 220u dan menjumper dari pin 1 dan 7 IC 4558nya ke jack audio out, tetapi setelah saya coba ternyata tidak berhasil.
 
Sambil garuk-garuk kepala saya cek tegangan out-put power supply-nya. 5 Voltnya normal, tetapi yang 12 Volt ternyata drop, saya ganti elkonya tidak berhasil, ganti diodenya juga tidak berhasil. Akhirnya ganti satu unit power supply malah berhasil. Alhamdulillah....

Senin, 05 Maret 2012

Problem rubber seal tabung gas

Tabung gas elpiji telah menjadi bagian penting kehidupan kita, peranannya di dapur untuk menjadikan makanan kita bisa disantap tak bisa diragukan lagi. Tetapi kasus kebocoran tabung gas masih saja sering terjadi, walau sekarang konsumen sudah lebih pandai untuk berhati-hati sehingga kasus tabung gas meledak dan kebakaran akibat tabung gas elpiji sudah semaikin minim.

Tahun 2011 lalu saya berkirim email kepada Pertamina menyampaikan keluhan tentang kebocoran tabung gas akibat buruknya sil karet pada mulut tabung gas (rubber seal) dan mendapatkan tanggapan begini:

Terima kasih atas email Bapak kepada Contact Pertamina. Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamaannya dan terima kasih atas informasi dan saran yang diberikan. Dapat kami sampaikan saat ini Pertamina  sudah berupaya untuk menertibkan d kualitas rubber seal yang didistribusikan diseluruh jalur distribusi (SPPBE dan Agen) sesuai standard yang ada.

Dan memang kenyataannya setelah itu saya lihat rubber seal tabung gas yang kami terima jadi berwarna merah, padahal tadinya berwarna hitam, itu artinya memang ada tindak lanjut beneran.
Tetapi beberapa bulan kemudian kasus kebocoran serupa masih saja terjadi, misalnya saja kompor gas di dapur yang tidak diapa-apakan mendadak saja gasnya bocor, kadang gas 3 kg bisa habis dalam semalam karena nggak ketahuan. Untung saja nggak ada api menyala sehingga tidak terjadi kebakaran. Ternyata hal serupa tidak hanya kami saja yang mengalami, berikut ini screenshot contoh keluhan yang sama.

Itu semua menunjukkan bahwa di sana, di suatu tempat di Pertamina ada problem, ada kesalahan, ada error, ada kelalaian, apakah itu?
Saya yakin problem itu ada pada kualitas rubber seal, satu-satunya cara paling akurat adalah tiap isi ulang gas maka rubber seal ini juga harus diganti baru. Tapi sayangnya hal itu ada di luar kekuasaan kita, kita menerima tabung gas dalam keadaan disegel, kita tidak tahu apakah rubber sealnya sudah diganti atau belum, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal ini, hanya bisa pasrah. Kalau kita misalkan menyampaikan hal itu kepada pegawai Pertamina maka boleh jadi kita bagaikan ngomong dengan orang banyak di balik dinding, yang mau mendengarkan omongan kita belum tentu orang yang mengisi ulang, belum tentu yang pegang rubber seal. Demikian juga kalau kita kirim email ataupun surat keluhan, yang baca dan menanggapi mungkin atasannya yang tidak pegang barangnya langsung. Jadi maklum saja kalau kita dapat jawaban yang manis melegakan tapi kenyataannya nggak ada. Inilah problem itu. Mungkin saja petugas pengisi ulang itu hanya berlaku/bekerja secara benar hanya kalau sedang diawasi atasannya saja, kalau pengawasan kendor lantas lalai lagi, sementara akibat kelalaian itu nyata-nyata membahayakan. Kita tidak cukup mengandalkan proses hukum saja, karena proses kecelakaan itu berlangsung hanya dalam hitungan detik, sementara proses hukum bisa makan waktu berbulan-bulan untuk satu kasus saja. Oleh karena itu alangkah baiknya kita juga aktif dalam hal itu dengan mendorong hal-hal sbb:

  • Jika terjadi kebakaran akibat tabung gas maka yang diselidiki polisi adalah dari mana asal tabung gasnya, ditelusuri distribusinya, dan petugas pengisi ulangnya itulah yang ditangkap dan dibui dengan tuduhan melakukan kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa.
  • Setiap orang hendaknya berbuat baik kepada orang lain, selamatkan orang lain dari kecelakaan akibat tabung gas dengan meluangkan waktu 1 menit tiap kali mau membeli gas, caranya dengan terlebih dahulu melepas rubber seal pada tabung gas yang sudah kosong yang akan ditukarkan itu. Kita bisa menggunakan pinset, jarum peniti, paku, mata pancing, atau apapun untuk melepas karet itu. Belum tentu nantinya tabung yang kosong itu kita yang makai lagi, kemungkinan besar nantinya di sana diisi ulang tanpa diganti rubber sealnya, terus disegel, lalu didistribusikan dan diterima oleh orang lain (bukan kita lagi), jika rubber seal lama itu telah kita ambil (buang) maka mau tidak mau petugasnya akan memasang rubber seal yang baru. Inilah cara memaksa yang efektif, sebab tidak tergantung pada petugas pengawas. Hanya saja cara ini sangat bergantung pada kesadaran kita masing-masing.
  • Mendorong tersebar luasnya informasi semacam ini melalui media televisi, karena TV adalah media yang paling akrab dengan masyarakat. Kalau hanya lewat internet, apalagi cuma lewat blog, yah jauh dari harapan.

Sabtu, 21 Januari 2012

Mesin Cuci Mendengung tak Berputar

Seumur-umur belum pernah saya punya mesin cuci, makanya soal mesin cuci ya katrok beneran, lha rumahnya dekat kali yang airnya melimpah makanya nggak pernah kepingin punya mesin cuci, tapi sebagai penggemar utak-atik alat teknik ada aja keberuntungannya, kok ya ada orang yang nyuruh saya ngotak-atik mesin cucinya yang rusak. Bagi saya tentu saja pantang bilang tidak bisa, adalah kehormatan dikasih kesempatan seperti itu.
mesin cuci 2 tabung

Dalam sehari ada 2 orang yang minta tolong agar saya ke rumahnya memperbaiki mesin cuci, kerusakannya kedengarannya sama, tidak muter tapi mendengung, yang satu merk Sharp, dan yang satunya Sanyo. Keduanya model 2 tabung (bagian cuci dan pengering sendiri-sendiri).

wiring diagram mesin cuci

Berhubung saya masih gaptek ya sebelum datang ke rumahnya saya main dulu ke tempat mbakyu-mbakyu mantan PRT (pembantu rumah tangga). Saya tanya-tanya belajar cara menggunakan mesin cuci, kan mereka sudah pengalaman di tempat Bossnya dulu. ...Tentu saja saya ditertawakan, mosok ada tukang servis kok ngoperasikan mesin cuci aja belum bisa, tapi biar aja, memang katrok, tapi lihat saja nanti hasilnya..... hahaha... Setelah agak mudeng saya lalu buka internet, nggoogling cari ilmunya servis mesin cuci. Setelah baca-baca barulah meluncur ke rumah si empunya.

Sampai di tempat terus ngecek keadaannya. Yang merk Sharp bagian pengeringnya yang nggak muter, kalau dihidupkan pengeringnya cuma mendengung saja. Sedang yang merk Sanyo yang nggak muter bagian pencucinya, gejalanya sama, jika dihidupkan bagian pencucinya nggak muter tapi mendengung.
skema mesin cuci

kapasitor mesin cuci
Ternyata solusinya mudah saja, keduanya sama-sama minta ganti kapasitor. Untuk mengatasinya, pertama perhatikan skemanya dulu di belakang mesin cuci, lalu buka tutup belakang, alat yang diperlukan cuma obeng dan tang, perhatikan kabel-kabelnya, ambil kapasitornya dengan melepas sambungan kabelnya, lalu diganti kapasitor baru, penggantian kapasitor mungkin saja jadi merubah warna kabel, dan tentu saja sempurnakan servis dengan bersih-bersih, mumpung dibuka ya dibersihkan, kencangkan jika ada yang kendor, ditest, lalu ditutup lagi. Selesai. alhamdulillah.... walau katrok tapi sukses memuaskan pelanggan dan dapat duit hehe....

O...ya, kapasitor ini ada 4 kabelnya karena isinya ada 2 kapasitor dalam satu kemasan, biasanya ada keterangan di badannya, misalnya 10uF dan 5uF, yang besar untuk motor pencuci, yang kecil untuk motor pengering. Dan tentang harga kapasitornya..... Di toko elektronik terdekat saya berkisar 18rb - 25rb tergantung merk.

lebih lengkap