Selasa, 22 Januari 2013

Memulai Usaha Video Shooting II

Setelah 2 tahun gak aktif di blog, akhirnya saya lanjut lagi tulisan tentang Memulai Usaha Video Shooting II yang merupakan pengalaman saya dalam usaha video shooting.

Setelah saya terangkan sarat2 yang harus di miliki untuk usaha video shooting di artikel terdahulu, mari sekarang mulai cara mempraktekannya.
Pada dasarnya sebuah video adalah seni gambar bergerak dimana penonton menikmati apa yang kita sajikan dalam bentuk cakram disc, jika kita melihat photo maka yang mengatur durasi melihat photo itu kita yang mengatur, tidak dengan video yang mengatur perpindahan dan durasi gambar adalah si pengambil video dalam hal ini kameramen.

Oleh karena itu bahan mentah yang diambil oleh kameramen menentukan kualitas video yang akan diproduksi, sedangkan editing video hanya mempercantik dan memperbaiki sebagian kecil kualitas video yang dihasilkan. hal-hal yang harus diperhatikan oleh kameramen adalah :
  1. Pengambilan objek bergerak, ada dua teknik mengambil gambar bergerak yaitu kamera mengikuti obyek   yang bergerak tersebut dan kamera diam dan membiarkan objek bergerak melewatinya sehingga memberikan kesan dramatis. dalam hal kamera yang mengikuti objek yang bergerak diusahakan dengan pergerakan yang lembut.
  2.  Zoom, Penggunaan zoom digunakan jika objek terlalu jauh, tapi penggunaan zoom ini menurunkan kualitas video kecuali dengan zoom optikal. jika objek itu masih bisa kita jangkau maka lebih baik kita dekati saja tanpa harus menggunakan zoom. penggunaan zoom dari besar ke kecil akan memberi kesan penasaran bagi yang melihat video.
  3. Perpindahan objek, jika terlalu cepat atau terlalu dipaksakan akan membuat pusing yang melihat dan terkesan amatiran, contoh objek A ke objek B, C dan seterusnya lebih baik di potong per scane dibanding harus di shoot satu persatu tanpa berhenti mer Rec-nya. lengkapi pengambilan tersebut dengan close up dan keseluruhan objek.
  4. Jika anda menggunakan kamera tangan (handycam) kecil, usahakan jangan sampai bergetar, gunakan tripod untuk ketabilan gambar. berbeda dengan kamera besar yan dapat menggunakan bahu untuk menyangga kestabilan gambar.
  5. Perhatikan arah sumber cahaya, anda harus sejajar dengan arah datangnya cahaya, jika tidak memungkinkan misal harus berhadapan dengan sumber cahaya yang kuat seperti cahaya matahari sedangkan pindah posisi tidak memungkinkan, anda dapat mengaktifkan backligh di kamera anda, tapi ini akan membuat background objek akan putih, gunakan secara close up dan jangan terlalu lama, cari posisi dimana anda sejajar dengan arah datangnya cahaya.
  6. Jika di dalam ruangan gelap dan tidak memungkinkan pengambilan gambar, jangan dipaksakan, kekuarangan cahaya menyebabkan video penuh dengan noise, gunakan lampu kamera. dengan lampu 1000 watt dan di bouncing/dipantulkan ke plapon rumah akan menghasilkan cahaya yang merata.
Cukup sekian dulu hal yang perlu diperhatian oleh kameramen, baik sekarang kita mulai liput, contoh acara pernikahan, siapkan mental dan percaya diri, mengingat ini acara resmi gunakan pakaian yang rapih dan sopan, jangan asal karena ini akan menjadi image anda di hadapan para tamu, pernah perias pathner saya cerita pernah ada kameraman yang disuruh pulang/diusir karena memakai kaos oblong, celana sobek2 dan sendal jepit..padahal tukang ambil piring kotor azza pake batik....hmmm..jangan samapai ya...

Beberapa sesi/moment yang perlu diperhatiakan dalam pengambilan liputan acara pernikahan karena dalam hal peliputan tidak hanya sekedar dokumentasi saja tapi juga ada unsur entertainment/hiburan, alur cerita sehingga ketika jadi DVD/VCD enak untuk disaksikan sampai akhir, moment tersebut adalah :
  1. Opening, bisa mulai dari jalan, umbul2, Bunga ucapan, dll
  2. Sedang dirias pengantin, tentu hanya action azza ya..jangan diambil pas lg salin baju ya...hehe
  3.  Perjalanan dari rumah ke taman/pelaminan jika terpisah
  4. Moment photo, minta waktu ke photografer ketika sedang pose
  5. Moment adat/jika ada, klo gak ada bisa diarahkan pengantin untuk sungkem kepada orangtua
  6. Wawancara teman, saudara, Kru Dapur, kesan dan pesan
  7. Akad Nikah, Saweran dll
  8. Penutup, biasanya diakhiri lambaian tangan atau lempar bunga
Oke sekian dulu...selamat mencoba
bekerjasama dengan daffa kreasi studio.  http://daffakreasi.blogspot.com



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar